Showing posts with label Puisi : Kepiluan. Show all posts
Showing posts with label Puisi : Kepiluan. Show all posts

Friday, 24 April 2020

Puisi - 144

Depression is when
you’re in the bright day
but you still can’t feel
the glow ripple of sunlight
you smile, you giggle,
you laugh cheerfully but
there’s still tremendous void
gloomy cloud deep inside
your fractured fragile heart
you still can’t enjoy your day
you still can’t feel the happiness
you’re devastated hopeless
to clasp the yearned contentment

whenever you stretch out
your hand to catch the light
you hauled gradually far away
far far more unreachable
everytime you loudly laugh
everytime you sedulously seek
for more delightful joy
your soul gone more severe
your bleed dreadfully gushed out
your storm violently berserk
slowly… slowly….
your struggling soundless scream fades
your eyesight consumed by wretched shade
you burst in blood tears, crying,
fall quietly, suffocated in the darkness
of bottomless abyss anguish despair

o my precious friend of mine
who’ve been through this tribulation
regardless how murky the world
you live in, and despite of how bad
you’ve poundly beaten in this agony
i’ll find you even in the boundless
realm of incomprehensible entanglement
i’ll save you no matter what
even so you feel you’re giving up
on battle you fought for so long
stick your hand out as you drowned
i’ll reach you with this sincereful heart
then, i hope i’ll be your salvation
so you open your eyes again
and see the light you truly longing for….!!

-9 September 2019-

https://www.facebook.com/1725414260839810/photos/a.1755298101184759/2456140177767211/?type=3&theater

image

Monday, 30 March 2020

Puisi - 130

Semuanya palsu dan keliru,
memberi bingung menambah rumitnya,
bermadahkan kata menyusulkan bisa,
mengerang pedih di dalam hati,
berharap agar seakan tidak wujud di sini,
terhimpit dalam arus yang terbawa,
sehingga lenyap segala cerita
oh! biarkan aku melangkah dalam kegelapan ini..
berpasrah pada hitungan sendiri…
berkabung bersama kesedihan berselimut

-8 Mei 2014-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=730214117029184&set=a.351610671556199&type=3

image

Puisi - 125

Sudahlah penuh bermasalah…
di sini pada realiti kehidupan,
masih juga menatap laman Facebook,
melayari dunia yang jauh,
maya yang tiada tercapai penghujungnya,
menghilangkan resah yang mendalam,
meluahkan segala kata dan perasaan,
sambil berhiaskan muzik yang syahdu,
pejam mata untuk menggenggam asyik,
agar menjadi ubat jiwa yang dahaga,
berharap agar dapat melarikan diri,
sehingga tidak ketemukan lagi..
dunia yang penuh serabut,
biar manusia itu lupakan diriku,
dan jejak yang lalu terpadam,
dalam memori dan juga tanah yang kasar,
aku membawa sendiri bersama kehinaan,
menuju ke arah ketidakpastian,
sambil menunggu apa yang bakal menyambut,
untuk diriku diislahkan,
redha jualah segalanya..
mudah-mudahan diri ini terbaiki,…

-11 Mei 2014-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/732890650094864

image

Puisi - 124

Biar mereka tidak tahu,
tentang diri ini penuh resah,
dengan pancaroba yang mencubit,
sehingga aku terkeliru,
jalan yang harus ditempuhi,
terbelenggu bersama kerumitan,
sehingga mataku menjadi buta,
membiarkan diri ini rugi,
bersama kegelapan yang terang,
masalah yang semakin membuak,
membuatku terbeban dalam kesempitan,
tetapi mereka memandang hina padaku,
dengan pandangan yang tajam,
agar aku terus dibenci dan disisihkan,
namun ku biarkan sahaja,
sangkaan mereka….
dengan biasa dan kebiasaanku,
walau diam ini menjadi penambah pedihku,
dan bicara membuat semarak bisa,
ku redha segalanya…..
bersama rintihan di dalam hati,
sanubari yang tertumpah dalam kehanyutan….

-11 Mei 2014-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/732894543427808

image

Puisi - 123

Berlari ke batin,
melarikan diri dari realiti,
seksaan jiwa yang meruntun,
mengoyak kepingan hati,
sehingga terburai segala isi,
hilang waras dalam cahaya,
menyusul kegelapan menyapa,
membawa hanyut dalam kepalsuan,
biar ilusi menjadi tegukan,
dalam tarian yang berirama,
paluan kompang membawa warna,
seluruh daya menggenggam pautannya,
tali yang panjang mengangkat beban,
bersembunyi sebalik zahir,
tersurat segala yang tersirat,
tersingkap semua yang nyata,
kenyataan yang berbohong,
mencurah bak sungai yang deras,
disambar dengan kemurungan,
lalukan sahaja kepahitan yang meresap,
ke dalam diri yang musnah…

-11 Mei 2014-

https://www.facebook.com/groups/1996983967015335/permalink/2157870727593324/

image

Puisi - 119

dengarkan luahanku,
dengarkan luahanku,
wahai dikau berjalan di renyai hujan
di malam kegelapan hari yang sunyi,
bertemankan cahaya lampu kuning jingga,
kau sudah kehilangan senyumanmu
kan pernah ia menginspirasi
lalu, ia menjadi sebab
aku terus hidup dan tabah
di dunia yang kejam ini,
yang telah sirna belas kasihannya,
yang sudah lama tenat dan rosak,

sekarang kau sudah hilang pedoman,
lalu apa yang selama ini aku memaknai?
apa yang sebenarnya aku cari?
apa yang hakikatnya telah aku temui?
di balik senyuman yang kau ukir
menjadi sinaran dan dorongan?
adakah ia sekadar kepalsuan?
atau perjuangan yang berhasil sia-sia?
ataukah candu untuk aku berkhayal?

aku terus menanti
terus mencari
terus genggam berpaut
terus bersama dengan kesangsian..
dalam kebuntuan ini..

-8 April 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2643747455675831&set=pb.100001218067654.-2207520000.1558171677.&type=3&theater

image

Puisi - 117

aku sangat mencintai dunia,
dan aku berikan segala cintaku padanya,
tetapi dia tidak pernah sedikit pun
beri belas kasihan pada aku,
kecuali sedikit
sekadar untuk mempermainkan aku,
hanya sandiwara untuk aku terus diperdaya
aku korbankan diri aku untuknya,
tetapi dia jarang sekali nak endahkan aku,
aku puja puji keindahan dan kelazatannya,
tetapi aku seperti kerikil
yang ditendang dan tidak dilayan,
aku terus menerus menaruh kepercayaan padanya,
suatu hari cintaku terbalas jua,
tetapi dia yang musnahkan harapan
dan ruang kemaafanku untuknya

aku duduk di penjuru tebing tinggi,
aku berkata dan aku meronta menangis
“aku nak mati, aku dah tak ada apa untuk hidup ini”
“buat apa teruskan hidup yang terus ditindas merana?”
“biarlah aku mati di sini”, “biarkan semua pergi”
lalu, datanglah suatu tekad
ia menyapa dan membelai aku yang berduka lara
lalu, sehingga aku mengazamkan diri untuknya
bahawa aku akan teruskan kehidupan ini
tanpa ada makna dan tanpa ada penghayatan,
bagai mayat hidup hilang pergantungan dan arah,
kecewa bersama putus asa berpanjangan…
terbuai dalam nestapa dan hati nan pecah
tangisan air mata dan luka sanubari yang berdarah…
relakan apa kan mahu menjadi, biarlah terjadi..
aku dah tak ada bahagian untuk hidup ini…
aku cumalah…. sang mundar-mandir
dalam gelora kemurungan…

-24 April 2018-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2669721139745129&set=pb.100001218067654.-2207520000.1558171677.&type=3&theater

image

Puisi - 115

Dihimpit dalam keliru,
sehingga menjadi bingung,
mencari cahaya dalam gelap,
supaya tersuluh jalan yang terang,
agar menyata apa yang diimpikan,
namun semuanya tertutup,
dari pandangan mata,
dan seluruh pancaindera,
tirai indah hanya menjadi hijab,
memadamkan harapan yang dibina,
ke mana lagi harus ku melangkah?
bersama apa yang tidak pasti,
terpaksa jua berpijak dalam khayalan sendiri,
yang tidak henti perjalanannya,
entah pula apa yang menyusul,
dari memori apa yang telah berlalu,
hinggalah andaian pada saat akan datang,
untukku lalui segalanya…

-15 Mei 2014-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=734748933242369&set=a.351610671556199&type=3&theater

image

Puisi - 113

Apa makna hidup ini?
jika kau menatap ke langit
dengan pandangan suram,
nafas berat terasa sempit,
jiwa pecah berkecamuk,
minda terbuntu dalam belenggu
fikiran tidak keruan mengganggu
berbaloikah hidup sebegini?

-19 Mei 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2710452139005362&set=a.344595828924350&type=3

image

Puisi - 112

ketenangan yang telah lama hilang,
mindaku terlalu bercelaru,
bersimpang siur di dalam kesesatan,
hati kan berdarah dan luka,
mengalir di dalam jiwa,
yang telah lama rakus dan ammarah,
ah! air mata sudah tertakung,
yang tidak teraliri kedinginannya…
tergenang dalam perangkap,
terhimpit dalam kesempitan,
tinggal hembusan nafas yang sesak,
berat diri untuk memikul lagi,
beban ini… menguburkan aku!

-21 Mei 2015-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/938619556188638

image

Puisi - 111

telah lama berlalunya waktu…
eksistensiku…
tanpa-Mu….
bagai tiada makna,
terus mewujud..
dengan kehampaan,
dengan kesedihan,
dengan kesepian,
cukup menyakitkan…
terlalu menyeksakan,
di sini ku terluka,
terpendamnya pertarungan dendam,
terlalu merindui diri-Mu,
ku hulurkan tanganku ke langit..
ku tatap wajahku ke langit..
hai yang beristawa di atas Arasy..
selamatkan aku!

-22 Mei 2015-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/938840299499897

image

Puisi - 109

Malam yang menjelang ini,
aku merasakan kesunyian lagi,
rasa luluh menahan kekosongan ini,
ingin sahaja mencari tempat luahan hati,
akan ruang yang terus menyempit ini,
alangkah rugi rasanya daku,
hidup tanpa teman di sisi,
menyisihkan diri dan menjauhkan diri,
dari apa yang dikumpulkan orang,
serba salah menghentam diri,
kerna khuatir fitnah melanda,
beban ini sangat berat,
ku harap ada yang mengangkatnya
dari terus memikul akannya..

Wahai diriku,
marilah kita kembali pada Tuhan,
hidup dan mati bersama-Nya,
Dialah sebaik-baik perwakilan,
kau tak merasa lagi kekosongan ini,
kerana Dia berada di mana kamu berada,
tidak bercerai dan tidak terpisah,
tidak bercantum dan tidak bergabung,
tetapi Dia sangat dekat… lebih dekat dari urat leher
jangan kau gusar lagi wahai diri,
kita kan punyai Allah?
cukuplah Dia… hanya Dia sahaja… aku memandang!

-30 Mei 2013-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/556545734396024

image

Puisi - 108

kalau kau nak mati,
matilah bersamaku,
kita terjun dari tebing tinggi
dengan rasa kehampaan
yang kita bawa sepanjang masa,
mengenang hidup ini tak bermakna
mengerti bahawa diri ini
tak ada guna untuk apa-apa
dan untuk sesiapa….

-23 Mei 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2718026004914642&set=pb.100001218067654.-2207520000.1560437198.&type=3&theater

image

Puisi - 106

Angin yang begitu dingin,
aku nampak sebuah kota,
Silent Hill….
ia kembali menjadi biasa,
sepertimana dahulunya,
perlahan-lahan ia sebegitu,
demikianlah suatu musim,
tatkala ia hadir….
cerita kan terus berulang,
bak kota yang mati ini,
terkubur kesepian…
dikenang sebagai sejarah
yang tidak berlaku lagi,
cuma menjadi kisah
yang terus diingati…

-16 Jun 2017-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/1814080358642549

image

Puisi - 105

ketika aku bertanya
apa makna hidup ini?
di malam gelap,
purnama nan ia suram,
tidak kesampaian
cahaya ingin ku gapai
berselimutkan sepoi bayu
dan suasana hening
sungguh ku terasa sepi,
kenapa mesti aku
menghadap pahit duka
membawaku derita
menyeksa jiwa dan ragaku,
apa lagi tersisa untukku
agar ku mengerti bahawa
masih punya bahagian
untukku kecapi syahdu malam
lembutan dakapannya
menyejukkan perasaan
lalu ku tenang dan aman
dalam dampingannya?

-16 Jun 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2762657623784813&set=a.344595828924350&type=3

image

Puisi - 102

mereka yang ku panggil
kenalan masa lapang sahaja,
atau kawan-kawan biasa
mereka semua inilah
penyejuk lubuk jiwaku
penyegar ruang waktuku,
saatku kenang mereka,
saatku bertemu mereka

tetapi mereka yang aku
kerahkan komitmenku.
seluruh lelah penatku,
mereka tidak begitu hargai
mahupun benar-benar peduli
mereka yang ku laburkan
perasaan mendalamku untuknya,
mereka khianati perasaanku
mereka berpaling muka
meninggalkan aku sejauh-jauhnya…

ku titipkan puisi ini pun
mereka tidak akan baca
dan mereka tidak mahu fahami
orang yang jauh
dari perhubunganku pula
yang mendengar tangisanku,
menenangkan pecah kecamukku
aneh sekali…..
sungguh menghairankan..
aku kebingungan
dalam duka berdarah…

-20 Jun 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2770300966353812&set=a.2757473420969900&type=3&theater

image

Puisi - 101

ku kan gubah puisi,
supaya kau tenggelam lagi,
lagi, lagi, lagi dan lagi….
lebih dalam, lebih sempit
kemurungan yang kau hirup,
meneguk darah kedukaan,
bertambah pecah jiwamu,
sirnalah makna hidupmu,
terbenam kegembiraanmu
semua yang kau nikmati
kan kamu merasa ia sia-sia,
hidup ini cumalah derita
menyeksamu kejam sekejamnya,
begitulah kan ku perbuat
sampai kau terdampar
apa yang ku rasakan…

marilah ke tebing tinggi ini,
marilah bersamaku,
gapai tanganmu
genggamlah dengan kuat
bersama keazaman tekad,
kita tamatkan segalanya..
kesakitan yang kita tanggung

-21 Jun 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2771767412873834&set=a.2757473420969900&type=3&theater

image

Puisi - 100

Ending her pain by ending her life.
no word of comfort for her,
thus she keep swigging the suffer,
there’s nothing i could do
so she will contently breathe
or smile at me for the least
slowly, she’s being close to edge
where the crunch is gonna burst,
dragged without her consent,
but she couldn’t do something
to feel how beautiful this world is,
to see how meaningful her life that
she have been through all this time
nor to to comprehend that this
embrace of dignified melancholy
soon she will jump off from the cliff,
but my hand still can’t reach for her
nor my words is gonna makes her feel ok,
nor my hug gonna makes her better
nor my supplication will grant her convinced
nor my existence will be her notice
i’m just could blame myself on
being how useless i am
to be something the she could
cling to hope for salvation…

-21 Jun 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2772041982846377&set=a.2757473420969900&type=3&theater

image

Puisi - 98

gapai tanganku,
mari bersamaku
kepada kegelapan
kepada kepalsuan
kedustaan berpanjangan
duka semakin melarat
derita kian parah,
darah merah kan mengalir
dari jiwa terbelenggu
jiwa kacau berserabut
pedoman telah pun sirna

marilah…!
hanya kita bersama
hanyut dalam perasaan ini
terbawa ke mana ia pergi
dalam suasana suram sepi
di samudera tidak bertepi
lepaskan semuanya
biarkan ia memakan diri kita
biar ia bersemadi
bersama kita yang rapuh..

-24 Jun 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2777859388931303&set=pb.100001218067654.-2207520000.1561427109.&type=3&theater

image

Puisi - 97

Kehidupan dunia…
oh! hari-hariku penuh dengan bingung,
kontradiksi dan pertarungan,
sentiasa sengit di dalam jiwaku,
barangkali telah menjadi..
kognitif dissonasi,
antara ketamakan dan kezuhudan,
antara putus asa dengan harapan,
di dalam kesepian,
di dalam keramaian,
sentiasa sahaja dalam dilemma,
seperti tiada kenterangan,
tidak ada lagi bahagia,
aku memujuk diriku,
inilah apa yang telah diprogram,
sistem dunia yang aku diami,
lantas untuk apa engkau merasa resah?
aku katakan… entahlah!
apakah dunia ini yang tenat,
atau aku yang telah lesu,
yang aku pasti….
kehidupan dunia… adalah keperitan!

-2 Julai 2015-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/962139557169971

image