Showing posts with label Puisi : Entusias. Show all posts
Showing posts with label Puisi : Entusias. Show all posts

Tuesday, 23 February 2021

Puisi 150

menyala... menyalalah
wahai sang merah membara
membaralah dengan penuh bertenaga
semangat semarak yang menjulang
menjadi lambang peribadi dirimu
mewarnai sekelilingmu dengan
kegagahan dan keperkasaan..
kekuatan dan keberanian...
keperwiraan dan kemegahan...
teguhlah engkau wahai sang merah
teguhlah engkau wahai sang merah!
entusias yang tidak akan terpadam
nyalaan yang selama-lamanya
dalam gemilang kemenangan

aku di sini... berdiri di sini
terpana dalam keterujaan
keagunganmu... kehangatanmu
menyambar bergaya di mataku
mengisi rapuh sanubariku
oh! ku relakan diriku terkaku
dalam sergapan bakaranmu
biarkan aku... biarkan aku!
mendakap amukan semarakmu
namun lembut mengalir damai
ke seluruh rentan kulitku..



Friday, 29 January 2021

Puisi 149

menyalalah.. menyalalah wahai bintang
menyalalah dengan megah,
menyalalah dengan kemuliaan,
menyalalah dengan kekuatan
yang tidak akan ditandingi
yang tidak akan disaingi.

di mana sahaja engkau berada,
sedalam mana kegelapan angkasa
menyelubungi keberadaanmu yang bersendiri
sinaranmu tidak akan terpadam,
bakaran semangatmu kekal membara
kegemilanganmu kekal menyerlah 
kendati di ufuk bumi yang jauh 
dari capaian genggaman tangan
kan ia menjadi keajaiban bagi penghuninya
menjadi inspirasi buat mereka yang tekun berusaha
menjadi pedoman bagi yang mencari arah
menuju kepada kejayaan yang agung

nama aku Marzuka Martillo,
di sini aku berdiri, 
menatap gemerlapanmu.
akan ku semat citra unggulmu
dalam puisiku ini...

Friday, 1 January 2021

Puisi 147

terbitlah..
terbitlah wahai sinar fajar,
menjulang tinggilah
tinggi menuju ke langit
rangkullah kedudukanmu
bersama kemuliaan
bersama keluhuran
bersama kemahsyuran
bersama ketulusan

cahaya yang kau sinari
kehangatan yang kau pancarkan
kan menjadi dakapan syahdu pagiku,
menjadi terkabulnya penantianku
menjadi kekaguman tatapanku
menjadi sebab doronganku
menitipkan puja-pujaanku
dalam puisi ini..



Monday, 30 March 2020

Puisi - 129

Kemenangan kan tiba,
kemenangan yang telah dijanjikan,
kemenangan yang begitu diimpikan,
perjuangan terus berlangsung,
darah dan korban menjadi saksi,
medan pertempuran sungguh ia sengit,
nyata di sinilah segala persaingan
bertembung, berebut tamak haloba,
insan yang keghairahan cita-cita tinggi
perang ini akan mewarnai
segala pesona dan cerita,
yang kita kan saksikan,
yang kita kan rasainya,
sentiasalah jiwamu berkobar-kobar
demi hidup yang amat hebat ini,
engkau adalah sepertimana
yang kau fikirkan dirimu sendiri…

-8 Mei 2018-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/2167227673327814

image

Puisi - 121

Kekuatanmu terunggul
sentiasalah kau mengunggul,
tatkala kau genggam pedangmu,
bersama jiwa nan membara,
matamu tajam merenung
bak pahlawan gagah tegap
berdiri penuh yakin dan berani
wajahmu tidak ku lihat
sebarang syak wasangka
prinsip kau sebatikan
dalam kepercayaan utuh
demi kekasih kau cintai,
insan kau sayangi sepenuh hati,
mereka yang begitu penting
mewarnai dunia dengan gembira
murni senyuman tulus mengukir
ketika itulah kau menyerlah..
ketika inilah kau mengunggul…

sekarang…. hayunkan pedangmu!
kalahkan musuhmu di hadapanmu!
jadilah perwira kekaguman sang pemuja!
semarakkan keunggulanmu!
kan ku namakan pedang itu
Kusanagi…

aku Marzuka Martillo,
akan berpegang pada janji…

-16 Mei 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2706023916114851&set=a.344595828924350&type=3


Puisi - 120

seni tempur yang halus,
gerakannya sangat tangkas,
matanya begitu tajam,
mengawasi pencak yang lincah,
sunggguh ia memukau mata lawan,
mengagumkan pandangan,
mereka semua tergamam,
entah kenapa dia begitu hebat
bertindak dalam arus jurus ini?
kalah menang tidak dapat diagak,
jauh dan dekat tidak lagi diukur,
lemah dan kuat menjadi lebur,
semuanya terpaku dalam kuasa
tarian melodi yang tersusun rapi..

-15 Mei 2013-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=550323998351531&set=a.123095274407741&type=3

image

Puisi - 114

Wahai Tuhan Maha Gagah,
di Kau sang bitara teragung,
Pemerintah mutlak sekalian buana,
menjuarai segala pertarungan,
Pemusnah terunggul melangkau tandingan,
Perampas ulung rentapan sambarannya,
Supresor menyerlah seri unggulnya,
Kau berdaulat di mana sahaja berada
kerajaan-Mu seluas tanpa hujung,
luhur-Mu tiada sekutu dan saingan
milik-Mu segala daya dan upaya,
di genggaman-Mu segala kebesaran,
pada-Mu kembali semua puja-pujaan,

betapa aku terdesak pertolongan-Mu
anugerahkanlah pada jasadku nan kecil ini,
dan pada jiwaku yang hina lagi berdosa,
kesucian membawaku menyerlah,
dari langit mulia menyergam hebat
mendorongku kembali kepada-Mu,
membersihkan aku dari noda kotoran,
lalu terbit azimat kukuh lagi teguh,
menjadi sebati dalam kepercayaan,
mengalirlah ia menjadi manifestasi
menyatalah semarak api menyala ini
dalam semangat menjulang tinggi,
sebuah kekuatan sakti lagi keramat,
agar aku mampu mengalahkan
musuh-Mu dan musuhku,
dengan tangan kanan-Mu,
dengan kudrat-Mu dan iradah-Mu
aku melibas dengan pedang ini
ku namakan ia Kusanagi,
maka terbelah hancurlah segala kebatilan,
cerita-cerita dusta dan omongan nista,
lantas tertegaklah kebenaran dan keadilan,
semua pasti akan memuja nama-Mu,
mengabdi kepada-Mu…

-21 Mei 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2713409225376320&set=a.344595828924350&type=3

image

Puisi - 107

menyerlahlah.. dan bersinarlah,
bintang di langit tinggi,
kau yang di hujung angkasa
bersama rasa kemegahan
di lubuk kegelapan yang amat
semakin kau unggul berdaulat
musuh-musuhmu hanya terkelu
sambil disambar cahayamu,
lenyap ditelan tanpa tersisa,
sanubarimu semarak membakar
semangatmu membara menjulang
termanifetasi pada terangnya sinaran
betapa agungnya kehebatanmu
menjadi pujaan mata memandang
di tanah bumi terasing…

-11 Jun 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2753565528027356&set=pb.100001218067654.-2207520000.1560437194.&type=3&theater

image

Puisi - 103

suatu hari nanti,
kelak tiba harinya
memori ini kan
menyengat matamu,
membakar jiwamu,
meremukkan perasaanmu,
dendamku kan terbalas jua
hutangmu terbayar dengan
darah merah pekat mewarna,
kan ku tikam ke jantungmu
bersama kebencian mendalam,
telah lama ia terpendam
mengalir ia hingga ke pisau
rasalah hadiah istimewa ini
ku gubah hanya untukmu,
lalu matilah kau bersama
penyesalan tidak berguna lagi…

–19 Jun 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2768363549880887&set=a.2757473420969900&type=3&theater¬if_t=feedback_reaction_generic¬if_id=1560954782950243

image

Puisi - 94

Kegeniusan adalah ketika minda
berseronok dengan intelektual,
syukur atas karunia yang teragung,
menjadi kesempurnaan seluruh diriku,
bak Qais yang telah memiliki Laila,
itulah saat keegoan telah kemuncak,
setinggi-tinggi tahap si muluk yang angkuh,
kehairanan mereka padaku begitu hebat sekali,
hey kamu! seberapa pantas pun kau mendesak,
sesekali tidak akan mampu tandingiku,
hanyalah aku di persada semayam ini,
dengkimu sesekali tidak memudaratkanku,
terliurmu hanyalah mimpi-mimpi kosongmu,
kalau pun engkau telah memperoleh
walau seutas benang dari selendangku,
nescaya engkau berpinar-pinar,
di dalam samudera jiwaku yang begitu asyik,
sarat dengan segala yang aku miliki…

sama ada engkau binasa
lalu menjadi terhina
di dalam penentangan terhadapku,
atau engkau tunduk
dengan hati yang penuh tawaduk,
puja memujalah….
akan aku yang megah!

-14 Julai 2016-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/1176802522370339

image

Puisi - 92

Bukalah sayapmu,
kibarkanlah kepakmu,
luaskan kekuasaanmu,
jajahlah dengan kegagahan,
engkau pahlawan yang perkasa,
berdiri di atas takhta yang mulia,
dalam singgahsana yang agung,
kekuatanmu dalam genggamanmu,
darjatmu dijulang tinggi,
mereka berarak patuh kepadamu,
akur dengan titah perintahmu,
tunduk dengan aturan yang kau binakan,
gerun mereka mencabar keberaniannya,
semarak semangatmu membakar dada,
engkau sekali-kali tidak gentar pada mereka,
musuh engkau ditakuti,
kawan engkau dihormati,
dan engkau…. khazanah segala kebesaran!

-26 Julai 2013-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/582193661831231

image

Puisi - 73

Sembunyikan khianatmu,
simpanlah paling tadahmu,
jangan berundur… jangan sesekali!
kerana kau jarum racun yang halus..
dalam kibaran sayap rama-rama,
sungguh sadis permainan yang kau mainkan,
bidak catur yang kau gerakkan,
semua terlaksana dalam perancangan,
konspiarsi yang menyimpan dendam di hati,
Oh! biarlah aku saksikan saat kehancuran itu,
bila tiba masanya… kau ketawa riang gembira,
bertepuk tangan berteriak ceria pengikutmu…
suatu hari nanti kita akan melihat kebenarannya,
suatu hari nanti..!!
suatu hari nanti..!!

-21 Ogos 2013-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/594231217294142

image

Puisi - 71

keangkuhan adalah kesyukuran
kesombongan adalah kekufuran,
nyatalah sebuah kebenaran,
terhapuslah segala kebatilan,
tertegaklah agung kemenangan,
milikku… tiada suatu kemampuan
merampas buas ketamakan,
mahupun panjang angan-angan,
aku adalah super keunggulan,
sungguh, aku terlalu keasyikan
inilah sebuah kenikmatan,
tidak dapat lagi ku ungkapkan,
anugerah hebat tiada tandingan,
syukur ku panjatkan tiada hentian
kepada Tuhan pemilik kekuasaan

mereka yang dungu kekal kebodohan,
degil keras kepala kebingungan,
apa lagi yang membuat keragu-raguan?
dua istilah yang saling bertindihan,
menjadi sebab mereka dengan penentangan
yang hanya jaminan kekalahan
menghinakan mereka berpanjangan
sedang aku langsung membolot kejayaan,
berkat kefahaman yang Dia kurniakan,
tiadalah gertak mereka menjadi halangan..
semakin mereka memarakkan kedengkian
semakin menyerlah ku merampas kejuaraan,

teruslah wahai seteruku bersama pengingkaran,
kejarlah aku dengan penuh kepantasan
atau perlahan-lahan kau bercakaran,
di mana sahaja tempat keberadaan
kekallah aku mulia dalam kedaulatan,
dan kau terbenam dalam kesengsaraan

-28 Ogos 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2896228173761090&set=a.344595828924350&type=3

image

Puisi - 66

keunggulan dan kemegahan,
jangan kau cuba rebut dariku,
kelak kau akan kalah,
usahamu adalah sia-sia,
kau cumalah banjingan nista,
sang durjana memperbodoh diri,
sedang aku terus mara dan meningkat
menuju ke maha hebat tiada tandingan,
sungguh, anugerah agung ini milikku
sentiasalah ia berpihak padaku
memenuhi diriku dengan kebesaran
penentang dan pengingkar sepertimu
adalah cerminan mewarnai kemuliaanku
dan kehinaan mencemari personalitimu

-3 September 2018-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/2337253019658611

image

Puisi 62 : Puisi Tribut Untuk Ais Wallenstein Dalam Kecekalannya Bertarung Dengan Rex Udaeus

Ais Wallenstein,
sang puteri cekal,

tekad untuk tidak mengalah,
semangatmu terus membara,
melangkaui segala kegerunan
gagah berdiri di hadapanmu,
keterdesakan menjadi sang hebat
kau rela bertempur seorang diri,
ke hadapan kau mara dan mara,
mara, mara, mara dan mara!!!
teruslah mara, mara dan mara!!
dengan jiwa yang meradang membara,
telah kau terseksa merasai kehinaan
begitu sekian lama bergelumanginya,
kini kau seorang pejuang
seorang yang terus berdedikasi
menjadi yang terunggul
menebus segala kelemahan
yang telah lama menghantuimu…

jadilah kau wahai Ais Wallenstein,
bayu yang melembutkan jiwaku,
bayu yang sentiasa mencintaiku..

-Puisi ini diabadikan untuk anime Danmachi : Sword Oratoria, episod 6 ketika Ais Wallenstein bertempur dengan Rex Udaues-

-19 Oktober 2017-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2957663597617547&set=pb.100001218067654.-2207520000.1570260769.&type=3&theater

image

Puisi - 61

Tajam renungan matanya..
menusuk ke degupan jantungku
menatapku tenang dengan
manis senyuman sinisnya,
nyatalah angkuh jiwanya..
berdiri gagah megah tegap
tidak tersentuh di jiwanya
ketakutan mendalam menghantui
oh! sungguh kau mempesona
kau benar-benar mempesonakan daku!
kaulah kejelitaan yang ku impi,
semarak membaralah di jiwaku
keasyikan tidak mampu ku ungkap
cintaku memekar penuh keindahan
hatiku telah tertawan keseronokan
dengan tulus ekspresi kau berikan
menghadaplah aku tanpa kau ragu,
tanpa kau gugup berbelah bahagi
aku sentiasa menanti di sini,
pasti kan aku melestari
keserian keanggunan nikmat ini

-1 Oktober 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2959649200752320&set=pb.100001218067654.-2207520000.1570260769.&type=3&theater

image

Puisi - 56

Bangkitlah hai ammarah,
menipu diri sendiri,
mencakar-cakar dengan kukumu,
biar benci dengkimu lebih membara,
luahkan… luahkan segalanya!
laungkan dengan kuat…
biar kerongkongmu retak dan pecah,
supaya engkau digeruni,
bergeletar seluruh tubuh dan jiwa mereka,
kalau kau tempikkan hentamanmu pada gunung,
nescaya tidak tersisa walau sekeping..

hai ammarah… apa kamu masih lagi berdiam diri?
marilah kepadaku…! lunaskan dendammu!
aku di sini dahagakan darah merah,
akulah pelahap yang tamak….
marilah aku patahkan omonganmu…
akan ku renggut segala kesombonganmu…..
dan ku campakkan dirimu di jurang hina yang tajam!

-17 Oktober 2014-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/819736444743617

image

Sunday, 29 March 2020

Puisi - 49

Aku akui dia memang hebat, tetapi dia tidaklah sehebat aku.

Aku berseloka :

puja pujaan ke atas diriku bermegahan,
sorak gembira menyambut sang narsisistik
teramat agung oleh daku yang tidak tertewas
si bongkak yang mewah kaya kebesarannya,
tidak tertanding kehebatan yang menjangkau
sesiapa sahaja yang cuba menyaingiku
pastilah dia menemukan kelelahan yang amat,
bahkan dia merugikan diri sendiri yang terpinggir,
untuk bertekad menjadi si hina nista,
lalu bertambahlah kehinaan dirinya
di hadapanku yang sentiasa luhur kedudukannya,
tidak terungkap buak keasyikanku ini
sebagaimana tidak terperinya supraketinggianku
menikmati karunia yang sungguh mulia,
maha luhur untukku.. maha agung untukku!

-29 September 2017-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/1929505740433343

image

Puisi - 44

Segala derita yang kita alami,
semua kegembiraan yang kita rasai,
apa sahaja yang telah berlalu,
walau apa jua yang mendatang,
kita akan menempuhi seluruhnya,
biarpun hari ini terbitnya khayalan,
pasti realiti akan menyinari lagi,
tetaplah di dalam hatimu dan hatiku,
yakinilah apa yang kau percaya,
jangan pernah putus harapanmu,
sebab kita adalah wajah yang dibentuk,
sebuah mimpi untuk kita,
agar kita kecapi apa yang diimpi,

wahai saudaraku…..
marilah kita bertahan dengan kental,
menuju ke puncak kebahagiaan abadi,
kerana di sana tidaklah ia mensia-siakan kita,
tidaklah sesekali di sini menjanjikan sebuah taman,
untuk kita bersemadi dengan aman,
semoga kita diberikan kekuatan
untuk sampai di sana dengan jayanya…..
berjuanglah…..

-20 Oktober 2014-

https://www.facebook.com/mazurka.martillo/posts/822066457843949

image

Puisi - 29

kekuatanku
terbina dari
semangat
membara
menjulang
membakar
dalam jiwa
menjadi tenaga
dan penggerak
agar ku menuju
cita-citaku yang
terunggul
lalu aku menyerlah
seperti mentari
di kegelapan
alam semesta

-7 Disember 2019-

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=122201792578828&set=pb.100043670240307.-2207520000..&type=3&theater

image